01 Agustus 2016

Merujuk surat Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Nomor 2081/C5/KS/2016 tanggal 10 Mei 2016 tentang Penawaran Bantuan Fasilitasi Kerja Sama Internasional (BFKSI) TA. 2016, bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa Direktorat Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi telah menerima 30 proposal yang berminat melakukan inisiasi kerja sama internasional dalam bentuk Joint Degree (gelar bersama)

Info lebih lanjut

27 Juli 2016

EURAXESS memberikan kesempatan untuk melaksanakan penelitian di Belanda dengan kualifikasi sebagai berikut,Info lebih lanjut

27 Juli 2016

The Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Reasearch in Agriculture (SEARCA) menyediakan beasiswa untuk jenjang master (MS) dan doktor (PhD) pada program studi pertanian dan bidang terkait lainnya tahun akademik 2017 – 2018. Berikut surat terkait beasiswa SEARCA,

Beasiswa SEAMEO SEARCA

27 Juli 2016

Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti melalui Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka pendaftaran Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI LN) Gelombang II Tahun 2016. Program beasiswa ini diperuntukan bagi dosen tetap perguruan tinggi di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang akan melanjutkan studi jenjang doktor (S3) di luar negeri.

Unduhan :

1.    Pengumuman Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri Gelombang II Tahun 2016

 2.    Panduan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri Gelombang II Tahun 2016

 

24 Juli 2016

Sehubungan telah dilaksanakannya Rapat tentang Penetapan Hasil PMB Pascasarjana pada tanggal 22 Juli 2016 dan telah ditetapkannya calon Mahasiswa baru Program Pascasarjana. Bagi Calon Mahasiswa yang dinyatakan Lulus. Untuk Selengkapnya dapat di baca pada link ini

22 Juli 2016

Sehubungan dengan hasil Akreditasi Berkala Ilmiah Cetak Periode I Tahun 2016 dan telah diterbitkannya Surat Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 36a/E/KPT/2016, tanggal 23 Mei 2016, hasil akreditasi sebagaimana terlampir

31 Januari 2017

Dear Bapak/Ibu Faculty Member,

Dari tahun ke tahun jumlah artikel peneliti Universitas Andalas yang terbit di jurnal internasional kian bertambah berkat upaya dan kerja keras Rekan-Rekan sekalian. Sehubungan dengan terbitnya Keputusan Menteri Ristek dan Dikti mengenai pedoman JJA yang baru. Dalam penilaian kenaikan jenjang, tim asesor Kopertis dan Dikti telah mengadopsi pedoman jurnal predator yang dikeluarkan oleh Jeffrey Beall, seorang pemerhati dunia penerbitan jurnal ilmiah. Situs web tersebut ada dihttp://scholarlyoa.com/<http://scholarlyoa.com/>. Jurnal predator dimaksudkan sebagai “vanity publishing” yaitu asal terbit. Peer review yang minim, dan biaya yang mahal adalah beberapa ciri-ciri jurnal predator. Jurnal predator juga sering mengirim undangan menulis artikel dengan kata-kata yang menyanjung sehingga para peneliti sering terkecoh. Ada beberapa kasus dimana sebuah jurnal yang tadinya dikelola dengan baik setelah terindeks SCOPUS lalu berubah menjadi jurnal predator untuk mengeruk keuntungan. SCOPUS tidak selalu cepat dalam hal ini sehingga ada beberapa jurnal predator yang juga terindeks SCOPUS.

 

Daftar penerbit jurnal predator:
https://web.archive.org/web/20161202192036/https://scholarlyoa.com/publishers/

Daftar jurnal predator secara individual:
http://scholarlyoa.com/individual-journals/

21 Juli 2016

Selamat kepada para pelamar BUDI LN (Luar Negeri) yang lolos seleksi wawancara. Bagi pelamar yang lolos seleksi, harap melengkapi lampiran permohonan keberangkatan ke luar negeri. Berikut beberapa file yang dapat diunduh :

  Surat Pengumuman

     Daftar Nama Pelamar BUDI yang lolos wawancara

   Lampiran Permohonan Keberangkatan Ke luar negeri

 

 

Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terimakasih.

21 Juli 2016

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) kembali membuka kesempatan kepada dosen untuk melanjutkan pendidikan jenjang doktor atau S-3 keluar negeri melalui Beasiswa Untuk Dosen Indonesia (BUDI LN).

“Dalam waktu satu pekan ke depan, kami membuka kesempatan untuk dosen-dosen mendaftar Program BUDI LN,” ujar Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti di Jakarta, Rabu (20/7). Pihaknya kembali membuka kesempatan tersebut, setelah sebelumnya mengumumkan sebanyak 168 penerima beasiswa BUDI LN.

Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi dosen-dosen baik yang mengajar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) asalkan telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dan Nomor Induk Khusus (NIDK). Mereka dipersilakan mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

“Pada tahun ini, kuota untuk BUDI LN sebanyak 300 beasiswa. Namun, dari hasil seleksi kuota tersebut tidak terpenuhi. Beberapa penyebabnya karena tidak memenuhi syarat dan ada juga pelamar yang sudah mendapatkan beasiswa dari sponsor lain,” ucap dia.

Kuota BUDI LN untuk tahap kedua yakni 130 beasiswa luar negeri. Pelamar boleh mengajukan belajar di universitas ternama dunia. Tahapan seleksi untuk BUDI LN, lanjut Ghufron, tidaklah terlalu sulit yakni seleksi administrasi dan wawancara.

Meskipun demikian, Kemristekdikti mensyaratkan bahwa calon dosen haruslah cakap dalam kemampuan Bahasa Inggris. Beasiswa BUDI bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di pendidikan tinggi. Salah satu permasalahannya adalah ada sekitar 59.000 dosen yang masih bergelar sarjana. Padahal idealnya menurut UU Guru dan Dosen, 10 tahun setelah disahkan maka tidak ada lagi dosen yang bergelar sarjana.

Beasiswa yang merupakan kerja sama Kemristekdikti dan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) itu terdiri atas beasiswa dalam negeri dan luar negeri. “Pada tahun ini, kami memang tidak mengalokasikan dana untuk beasiswa dosen karena pemotongan anggaran di kementerian. Oleh karena itu kami menjalin kerja sama dengan LPDP untuk pembiayaannya,” kata Ghufron.

Beasiswa itu diluncurkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2016. Kuota beasiswa yang dialokasikan yakni 2.000 beasiswa untuk dalam negeri dan 300 beasiswa untuk luar negeri. Khusus untuk luar negeri, merupakan beasiswa program doktor atau S-3.

19 Juli 2016

Fakultas kedokteran Rumah Sakit Siriraj, Mahidol University menawarkan beasiswa parsial kursus singkat selama 1 – 3 bulan di Fakultas Kedokteran Mahidol University Bangkok, Thailand. Informasi mengenai jenis dan lama kursus serta cakupan beasiswa yang diberikan dapat di download melalui link berikut

Agenda Kegiatan

No events