03 Agustus 2016

Yth

:

1.   Pimpinan Perguruan Tinggi;

   

2.   Koordinator Kopertis Wilayah I s.d XIV

 

Dalam rangka memperoleh data Nasional yang akurat mengenai situasi hubungan pendidikan tinggi dan dunia kerja dan sistem pengembangan pusat karir perguruan tinggi khususnyaTracer Study, dengan ini kami sampaikan beberapa hal:

1.   Pusat Karir dan Tracer Study dilaksanakan pada tingkat perguruan tinggi untuk menjamin bahwa desain, metodologi, dan kuesioner yang digunakan terstandar sehingga memungkinkan kompilasi dan komparasi data antar fakultas/program studi/departemen dalam perguruan tinggi tersebut ditingkat Nasional.

2.     Tracer Study yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi seperti dimaksud pada poin 1 di atas merujuk pada standar desain dan metodologi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), sebagai berikut:

1.    Tracer Study harus ditargetkan pada seluruh populasi dan bukan pada kelompok sampel yang sudah dipilih sebelumnya. Populasi target pada pelaksanaan Tracer Study tahun berjalan adalah seluruh lulusan yang menjadi anggota kohort lulusan (2) dua tahun sebelumnya (kohort lulusan bukan kohort angkatan masuk);

2.  Tracer Study yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi wajib mencakup seluruh pertanyaan inti Tracer Study Online Ditjen Belmawa. Walaupun demikian perguruan tinggi dapat menambahkan pertanyaan sesuai dengan kepentingan tetapi tidak diperkenankan mengurangi atau mengubah pertanyaan inti dari Ditjen Belmawa. Hal ini adalah untuk menjamin standarisasi instrumen untuk kepentingan kompilasi dan komparasi data Nasional;

3.     Perguruan tinggi pemenang bantuan pengembangan pusat karir dan pusat karir lanjutan Ditjen Belmawa wajib mengunggah hasil Tracer Study di situs yang telah disediakan (http://pkts.belmawa.ristekdikti.go.id) sesuai dengan batas waktu pelaporan yang tercantum dalam surat kontrak hibah;

4.    Perguruan tinggi lain yang tidak mendapatkan bantuan juga melaksanakanTracer Study dengan metode yang sama dan mengunggah hasil Tracer Studypada situs tersebut. Hal ini untuk memperkaya dan memperkuat data Nasional dalam variabel dan indikator pendidikan tinggi, khususnya terkait transisi dan situasi kerja lulusan perguruan tinggi.

1.     Perguruan tinggi agar melaksanakan Tracer Study secara reguler setiap tahun guna memenuhi kebutuhan data akreditasi, data Tracer Study juga agar disosialisasikan dan digunakan untuk pengembangan kurikulum dan perbaikan pembelajaran di perguruan tinggi; dan

2.     Tanpa bermaksud menyeragamkan atau mengurangi otonomi perguruan tinggi, kompilasi data Nasional yang akurat akan sangat diperlukan untuk pengambilan kebijakan terkait pendidikan tinggi ditingkat Nasional.

         Demikian surat edaran ini untuk dipedomani dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih

Tanggal 26 Juli 2016
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan,

ttd
Intan Ahmad
NIP 195805011986011001

Tembusan:

·         Sekretaris Jenderal, Kemristekdikti.

 

Lampiran :

Surat Edaran Penyelarasan

03 Agustus 2016

Pemerintah Meksiko memberikan penawaran beasiswa melalui program Mexican Government Excellent Scholarship Special Programs for Foreign Students dan Mexican Government Merit Award Scholarship Program for Graduate Studies for Foreign Students . Pendaftaran dibuka hingga tanggal 15 September 2016 dan dapat dilakukan melalui kedutaan besar Meksiko di Jakarta

Surat Penawaran Unduh

01 Agustus 2016

Sebanyak 4.110 atau 96 persen dari total perguruan tinggi di Indonesia belum terakreditasi. Padahal, akreditasi merupakan salah satu ukuran yang dapat digunakan untuk menilai kualitas suatu kampus.

Direktur Penjaminan Mutu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Aris Junaidi memaparkan, permasalahan lainnya adalah masih mendominasinya perguruan tinggi yang terakreditasi C. Dari 4.300 lebih perguruan tinggi di Indonesia, hanya 26 yang akreditasinya sudah A.

“Yang akreditasi A ada 26, B ada 69, dan C (ada) 74. Perguruan tinggi terakreditasi sebanyak 169, dan yang belum punya akreditasi 4.110,” sebutnya dalam acara Coffee Morning di Kemristekdikti, Jakarta, baru-baru ini.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti, Intan Ahmad menyebut, sebagian besar perguruan tinggi yang belum terakreditasi maupun yang terakreditasi C berada di luar Jawa. Hal tersebut juga berlaku pada akreditasi tingkat program studi.

“Ini masalah serius karena dampaknya lulusan sulit memperoleh pekerjaan. Mereka juga kurang terampil dan tidak mampu berkompetisi,” ucapnya.

Saat ini, Kemristekdikti sendiri belum dapat mengintervensi kepada kampus yang tidak mengalami peningkatan akreditasi. Pasalnya, selain ada dorongan dari luar, dari internal perguruan tinggi juga harus ada kerjasama untuk meningkatkan mutu. Sedangkan tahun ini, ditargetkan 12 ribu program studi dapat terakreditasi unggul.

“Ini perlu proses dari internal kampus, tidak bisa keinginan dari pihak luar saja. Nanti masyarakat yang menilai juga akan pikir-pikir daftar kalau akreditasi rendah. Untuk itu, kami ada sistem penjaminan mutu internal, sehingga proses penjaminan terlaksana. Yang menilai akreditasi BAN-PT atau lembaga akreditasi mandiri,” tutupnya.

Sumber: http://m.okezone.com/

01 Agustus 2016

Merujuk surat Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Nomor 2081/C5/KS/2016 tanggal 10 Mei 2016 tentang Penawaran Bantuan Fasilitasi Kerja Sama Internasional (BFKSI) TA. 2016, bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa Direktorat Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi telah menerima 30 proposal yang berminat melakukan inisiasi kerja sama internasional dalam bentuk Joint Degree (gelar bersama)

Info lebih lanjut

27 Juli 2016

EURAXESS memberikan kesempatan untuk melaksanakan penelitian di Belanda dengan kualifikasi sebagai berikut,Info lebih lanjut

27 Juli 2016

The Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Reasearch in Agriculture (SEARCA) menyediakan beasiswa untuk jenjang master (MS) dan doktor (PhD) pada program studi pertanian dan bidang terkait lainnya tahun akademik 2017 – 2018. Berikut surat terkait beasiswa SEARCA,

Beasiswa SEAMEO SEARCA

27 Juli 2016

Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti melalui Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia bekerjasama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) membuka pendaftaran Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri (BUDI LN) Gelombang II Tahun 2016. Program beasiswa ini diperuntukan bagi dosen tetap perguruan tinggi di Lingkungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi yang akan melanjutkan studi jenjang doktor (S3) di luar negeri.

Unduhan :

1.    Pengumuman Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri Gelombang II Tahun 2016

 2.    Panduan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia Luar Negeri Gelombang II Tahun 2016

 

24 Juli 2016

Sehubungan telah dilaksanakannya Rapat tentang Penetapan Hasil PMB Pascasarjana pada tanggal 22 Juli 2016 dan telah ditetapkannya calon Mahasiswa baru Program Pascasarjana. Bagi Calon Mahasiswa yang dinyatakan Lulus. Untuk Selengkapnya dapat di baca pada link ini

22 Juli 2016

Sehubungan dengan hasil Akreditasi Berkala Ilmiah Cetak Periode I Tahun 2016 dan telah diterbitkannya Surat Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 36a/E/KPT/2016, tanggal 23 Mei 2016, hasil akreditasi sebagaimana terlampir

31 Januari 2017

Dear Bapak/Ibu Faculty Member,

Dari tahun ke tahun jumlah artikel peneliti Universitas Andalas yang terbit di jurnal internasional kian bertambah berkat upaya dan kerja keras Rekan-Rekan sekalian. Sehubungan dengan terbitnya Keputusan Menteri Ristek dan Dikti mengenai pedoman JJA yang baru. Dalam penilaian kenaikan jenjang, tim asesor Kopertis dan Dikti telah mengadopsi pedoman jurnal predator yang dikeluarkan oleh Jeffrey Beall, seorang pemerhati dunia penerbitan jurnal ilmiah. Situs web tersebut ada dihttp://scholarlyoa.com/<http://scholarlyoa.com/>. Jurnal predator dimaksudkan sebagai “vanity publishing” yaitu asal terbit. Peer review yang minim, dan biaya yang mahal adalah beberapa ciri-ciri jurnal predator. Jurnal predator juga sering mengirim undangan menulis artikel dengan kata-kata yang menyanjung sehingga para peneliti sering terkecoh. Ada beberapa kasus dimana sebuah jurnal yang tadinya dikelola dengan baik setelah terindeks SCOPUS lalu berubah menjadi jurnal predator untuk mengeruk keuntungan. SCOPUS tidak selalu cepat dalam hal ini sehingga ada beberapa jurnal predator yang juga terindeks SCOPUS.

 

Daftar penerbit jurnal predator:
https://web.archive.org/web/20161202192036/https://scholarlyoa.com/publishers/

Daftar jurnal predator secara individual:
http://scholarlyoa.com/individual-journals/