15 Agustus 2016

1. Bahan Sosialisasi Kebijakan Risbang UU Tentang Paten 2016, 22 halaman, 752 KB
2. Upaya Peningkatan Inovasi Dan Penghargaan Terhadap Inventor Dalam Perspektif Legislasi Paten Baru, 16 halaman 547 KB, Dirjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham

Sumber :http://simlitabmas.ristekdikti.go.id

Dikutip dari Materi Rakor Balitnang dan LPPM di Solo, 9-10 Agustus 2016

08 Agustus 2016

Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa dalam komunikasi (tulis dan orasi/diskusi); berpikir kritis; berpikir analitis, kepercayaan diri, serta mampu menyerap dan memaknai nilai kultural universal (kejujuran, integritas, otonomi, kebaik-hatian, dsb), Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Tahun 2016 memberikan tawaran kepada perguruan tinggi untuk mengikuti Program Hibah General Education (PHGE). Program ini ditujukan kepada perguruan tinggi yang menyelenggarakan progam sarjana dengan akreditasi institusi perguruan tinggi minimal “B”.

3 (tiga) model pelaksanaan yang dapat diusulkan oleh perguruan tinggi untuk mengikuti program ini antara lain:

  1. Penguatan pelaksanaan General Education yang sudah berjalan.
  2. Mengembangkan pendekatan baru pada pelaksanaan General Education di perguruan tinggi.
  3. Mengintegrasikan pelaksanaan General Education dalam Mata Kuliah Wajib Umum (MKWU) dan mata kuliah lainnya.

 

Bagi perguruan tinggi yang berminat untuk mengikuti PHGE, dapat memilih salah 1 (satu) model pelaksanaan dan mengirimkan proposal paling lambat tanggal 17 Agustus 2016 (jadwal terlampir). Sistematika penulisan proposal dan ketentuan lainnya dapat merujuk pada panduan yang dapat diunduh melalui lamanhttp://belmawa.ristekdikti.go.id/.

 

Unduh :
1. Surat Edaran Direktur Pembelajaran

2. Pengayaan mata Kuliah Umum Melaluigeneral Education (Tawaran Pengembangan)

3. Panduan Program Hibah General Education-03082016

04 Agustus 2016

 

Evaluasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ke-29 Tahun 2016 yang telah ditetapkan oleh Direktur Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 1319/B3.1/KM/2016 tanggal 29 Juli 2016 tentang Penetapan Peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-29 Tahun 2016 di Institut Pertanian Bogor, PIMNAS ke-29 Tahun 2016 akan diselenggarakan pada:

 

Hari/Tanggal               : Senin s.d Kamis, 08 s/d 11 Agustus 2016

Pembukaan                 : Senin, 08 Agustus 2016 Pukul 18.30 – 21.00 WIB

Tempat                        : Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga

 

Selanjutnya mohon kesediaan Saudara untuk menyampaikan kepada para mahasiswa peserta PIMNAS dari Perguruan Tinggi Saudara sebagaimana daftar terlampir untuk melakukan registrasi dengan ketentuan sebagai berikut:

1.     Melakukan registrasi online (verifikasi data personal peserta PIMNAS) dan mengunggah pasfoto berwarna maksimal 1 Mbyte mulai tanggal 02 s/d 05 Agustus 2016 melalui http://simlitabmas.dikti.go.id melalui operator masing-masing Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan.

2.     Mengunggah softcopy Artikel dalam format office-word (.doc atau .docx) yang siap untuk dipublikasikan dengan tata cara penulisan seperti terlampir dan softcopyposter dalam format JPG/JPEG/PNG, paling lambat tanggal 05 Agustus 2016 kehttp://simlitabmas.dikti.go.id dengan menggunakan user dan password Ketua Kelompok PKM (ukuran file maksimal 5 Mbyte).

3.     Melakukan registrasi ondesk  tanggal  08  Agustus  2016 pukul 08.00 – 13.00 WIB di Gedung CCR Kampus IPB Dramaga, dokumen yang harus dibawa pada saat registrasi sebagai berikut:

1.     Softfile powerpoint bahan presentasi

2.     Poster PKM yang akan dinilai

3.     Produk hasil kegiatan PKM

4.     Surat tugas dari perguruan tinggi yang bersangkutan

5.     Kartu mahasiswa

6.     SPPD PIMNAS (dapat diunduh pada website PIMNAShttp://simlitabmas.ristekdikti.go.id atau pimnas29.ipb.ac.id) yang sudah ditandatangani pejabat Perguruan Tinggi yg bersangkutan

7.     Fotokopi tiket pulang pergi dan boarding-pass bagi yang menggunakan transportasi udara

4.     Menghadiri technical meeting dengan tim juri tanggal 08 Agustus 2016 pukul 15.00 – 17.00 WIB di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga.

5.     Menghadiri acara pembukaan pada tanggal 08 Agustus 2016 pukul 18.30 – 21.00 WIB di Gedung Graha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga.

6.     Masing-masing Perguruan Tinggi peserta PIMNAS membawa bendera (Pataka) Perguruan Tinggi. Peserta PIMNAS mendapat bantuan transportasi, konsumsi dan akomodasi bagi setiap tim maksimal 5 orang (PKM 5 Bidang dan PKM-KT).

      

Undangan Peserta Terlampir

03 Agustus 2016

Yth

:

1.   Pimpinan Perguruan Tinggi;

   

2.   Koordinator Kopertis Wilayah I s.d XIV

 

Dalam rangka memperoleh data Nasional yang akurat mengenai situasi hubungan pendidikan tinggi dan dunia kerja dan sistem pengembangan pusat karir perguruan tinggi khususnyaTracer Study, dengan ini kami sampaikan beberapa hal:

1.   Pusat Karir dan Tracer Study dilaksanakan pada tingkat perguruan tinggi untuk menjamin bahwa desain, metodologi, dan kuesioner yang digunakan terstandar sehingga memungkinkan kompilasi dan komparasi data antar fakultas/program studi/departemen dalam perguruan tinggi tersebut ditingkat Nasional.

2.     Tracer Study yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi seperti dimaksud pada poin 1 di atas merujuk pada standar desain dan metodologi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa), sebagai berikut:

1.    Tracer Study harus ditargetkan pada seluruh populasi dan bukan pada kelompok sampel yang sudah dipilih sebelumnya. Populasi target pada pelaksanaan Tracer Study tahun berjalan adalah seluruh lulusan yang menjadi anggota kohort lulusan (2) dua tahun sebelumnya (kohort lulusan bukan kohort angkatan masuk);

2.  Tracer Study yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi wajib mencakup seluruh pertanyaan inti Tracer Study Online Ditjen Belmawa. Walaupun demikian perguruan tinggi dapat menambahkan pertanyaan sesuai dengan kepentingan tetapi tidak diperkenankan mengurangi atau mengubah pertanyaan inti dari Ditjen Belmawa. Hal ini adalah untuk menjamin standarisasi instrumen untuk kepentingan kompilasi dan komparasi data Nasional;

3.     Perguruan tinggi pemenang bantuan pengembangan pusat karir dan pusat karir lanjutan Ditjen Belmawa wajib mengunggah hasil Tracer Study di situs yang telah disediakan (http://pkts.belmawa.ristekdikti.go.id) sesuai dengan batas waktu pelaporan yang tercantum dalam surat kontrak hibah;

4.    Perguruan tinggi lain yang tidak mendapatkan bantuan juga melaksanakanTracer Study dengan metode yang sama dan mengunggah hasil Tracer Studypada situs tersebut. Hal ini untuk memperkaya dan memperkuat data Nasional dalam variabel dan indikator pendidikan tinggi, khususnya terkait transisi dan situasi kerja lulusan perguruan tinggi.

1.     Perguruan tinggi agar melaksanakan Tracer Study secara reguler setiap tahun guna memenuhi kebutuhan data akreditasi, data Tracer Study juga agar disosialisasikan dan digunakan untuk pengembangan kurikulum dan perbaikan pembelajaran di perguruan tinggi; dan

2.     Tanpa bermaksud menyeragamkan atau mengurangi otonomi perguruan tinggi, kompilasi data Nasional yang akurat akan sangat diperlukan untuk pengambilan kebijakan terkait pendidikan tinggi ditingkat Nasional.

         Demikian surat edaran ini untuk dipedomani dan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih

Tanggal 26 Juli 2016
Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan,

ttd
Intan Ahmad
NIP 195805011986011001

Tembusan:

·         Sekretaris Jenderal, Kemristekdikti.

 

Lampiran :

Surat Edaran Penyelarasan

01 Agustus 2016

Sebanyak 4.110 atau 96 persen dari total perguruan tinggi di Indonesia belum terakreditasi. Padahal, akreditasi merupakan salah satu ukuran yang dapat digunakan untuk menilai kualitas suatu kampus.

Direktur Penjaminan Mutu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti), Aris Junaidi memaparkan, permasalahan lainnya adalah masih mendominasinya perguruan tinggi yang terakreditasi C. Dari 4.300 lebih perguruan tinggi di Indonesia, hanya 26 yang akreditasinya sudah A.

“Yang akreditasi A ada 26, B ada 69, dan C (ada) 74. Perguruan tinggi terakreditasi sebanyak 169, dan yang belum punya akreditasi 4.110,” sebutnya dalam acara Coffee Morning di Kemristekdikti, Jakarta, baru-baru ini.

Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristekdikti, Intan Ahmad menyebut, sebagian besar perguruan tinggi yang belum terakreditasi maupun yang terakreditasi C berada di luar Jawa. Hal tersebut juga berlaku pada akreditasi tingkat program studi.

“Ini masalah serius karena dampaknya lulusan sulit memperoleh pekerjaan. Mereka juga kurang terampil dan tidak mampu berkompetisi,” ucapnya.

Saat ini, Kemristekdikti sendiri belum dapat mengintervensi kepada kampus yang tidak mengalami peningkatan akreditasi. Pasalnya, selain ada dorongan dari luar, dari internal perguruan tinggi juga harus ada kerjasama untuk meningkatkan mutu. Sedangkan tahun ini, ditargetkan 12 ribu program studi dapat terakreditasi unggul.

“Ini perlu proses dari internal kampus, tidak bisa keinginan dari pihak luar saja. Nanti masyarakat yang menilai juga akan pikir-pikir daftar kalau akreditasi rendah. Untuk itu, kami ada sistem penjaminan mutu internal, sehingga proses penjaminan terlaksana. Yang menilai akreditasi BAN-PT atau lembaga akreditasi mandiri,” tutupnya.

Sumber: http://m.okezone.com/

01 Agustus 2016

Merujuk surat Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Nomor 2081/C5/KS/2016 tanggal 10 Mei 2016 tentang Penawaran Bantuan Fasilitasi Kerja Sama Internasional (BFKSI) TA. 2016, bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa Direktorat Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi telah menerima 30 proposal yang berminat melakukan inisiasi kerja sama internasional dalam bentuk Joint Degree (gelar bersama)

Info lebih lanjut

27 Juli 2016

EURAXESS memberikan kesempatan untuk melaksanakan penelitian di Belanda dengan kualifikasi sebagai berikut,Info lebih lanjut

22 Juli 2016

Sehubungan dengan hasil Akreditasi Berkala Ilmiah Cetak Periode I Tahun 2016 dan telah diterbitkannya Surat Keputusan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 36a/E/KPT/2016, tanggal 23 Mei 2016, hasil akreditasi sebagaimana terlampir

21 Juli 2016

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) kembali membuka kesempatan kepada dosen untuk melanjutkan pendidikan jenjang doktor atau S-3 keluar negeri melalui Beasiswa Untuk Dosen Indonesia (BUDI LN).

“Dalam waktu satu pekan ke depan, kami membuka kesempatan untuk dosen-dosen mendaftar Program BUDI LN,” ujar Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti, Ali Ghufron Mukti di Jakarta, Rabu (20/7). Pihaknya kembali membuka kesempatan tersebut, setelah sebelumnya mengumumkan sebanyak 168 penerima beasiswa BUDI LN.

Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi dosen-dosen baik yang mengajar di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) asalkan telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dan Nomor Induk Khusus (NIDK). Mereka dipersilakan mendaftarkan diri untuk mendapatkan beasiswa tersebut.

“Pada tahun ini, kuota untuk BUDI LN sebanyak 300 beasiswa. Namun, dari hasil seleksi kuota tersebut tidak terpenuhi. Beberapa penyebabnya karena tidak memenuhi syarat dan ada juga pelamar yang sudah mendapatkan beasiswa dari sponsor lain,” ucap dia.

Kuota BUDI LN untuk tahap kedua yakni 130 beasiswa luar negeri. Pelamar boleh mengajukan belajar di universitas ternama dunia. Tahapan seleksi untuk BUDI LN, lanjut Ghufron, tidaklah terlalu sulit yakni seleksi administrasi dan wawancara.

Meskipun demikian, Kemristekdikti mensyaratkan bahwa calon dosen haruslah cakap dalam kemampuan Bahasa Inggris. Beasiswa BUDI bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di pendidikan tinggi. Salah satu permasalahannya adalah ada sekitar 59.000 dosen yang masih bergelar sarjana. Padahal idealnya menurut UU Guru dan Dosen, 10 tahun setelah disahkan maka tidak ada lagi dosen yang bergelar sarjana.

Beasiswa yang merupakan kerja sama Kemristekdikti dan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) itu terdiri atas beasiswa dalam negeri dan luar negeri. “Pada tahun ini, kami memang tidak mengalokasikan dana untuk beasiswa dosen karena pemotongan anggaran di kementerian. Oleh karena itu kami menjalin kerja sama dengan LPDP untuk pembiayaannya,” kata Ghufron.

Beasiswa itu diluncurkan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2016. Kuota beasiswa yang dialokasikan yakni 2.000 beasiswa untuk dalam negeri dan 300 beasiswa untuk luar negeri. Khusus untuk luar negeri, merupakan beasiswa program doktor atau S-3.

19 Juli 2016

JAKARTA, suaramerdeka.com Guna meningkatkan kualitas para dosen serta meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara keseluruhan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan melakukan sejumlah terobosan, salah satunya adalah program dosen magang.

Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Ali Ghufron Mukti mengatakan, bahwa program tersebut bertujuan untuk menciptakan akselerasi percepatan kompetensi dosen muda khususnya dari perguruan tinggi baru, dengan menggali pengalaman dari para dosen berkualitas di perguruan tinggi negeri terbaik di Indonesia.

“Supaya dosen-dosen baru yang berasal dari PTN-PTN baru, kita magangkan di PTN-PTN yang masuk dalam klaster satu atau PTNBH,” ujar Ghufron.

Dikatakan, ini pihaknya tengah melakukan seleksi terhadap para dosen yang berminat untuk mengikuti program tersebut. Pasalnya untuk tahun ini, pemerintah hanya menyediakan kuota sebanyak 50 orang dosen.

“Peserta yang sudah mendaftarkan diri sebanyak 325 dosen, sedangkan kuota hanya sebanyak 50 orang. Saat ini masih sangat terbatas,” paparnya.

Selain itu, upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi baru juga dilakukan dengan model mobilisasi dosen-dosen senior dan berpengalaman. Diharapkan para dosen yang dinilai memiliki kualifikasi serta kompetensi tersebut juga memberikan pengajaran dalam batas waktu tertentu di perguruan tinggi baru.

“Moblisasi dosen berkualitas dan memiliki mutu profesionalisme yang baik itu dapat membantu perkembangan kualitas dosen,” jelasnya.

Dengan demikian, akan tercipta peningkatan dan penguatan institusi pada PTN yang masih baru. “Mobilisasi dosen ini telah menjaring sekitar 43 dosen peserta program,” imbuh Ghufron.